Bermain

Pentingnya Sensory Play untuk Perkembangan Anak

Sensory play membantu anak mengolah informasi dari lingkungan melalui pancaindra, mendukung regulasi diri, serta melatih keterampilan motorik, kognitif, bahasa, dan kreativitas.

3 menit baca22 tayang
Pentingnya Sensory Play untuk Perkembangan Anak

Sensory play adalah permainan yang melibatkan satu atau lebih pancaindra anak untuk menerima dan memproses informasi dari sekitarnya. Aktivitas ini penting karena membantu anak memahami lingkungan dan belajar mengatur diri.

Apa itu sensory play?

Sensory play mencakup segala bentuk bermain yang menstimulasi penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, atau pengecap. Contohnya antara lain bermain dengan adonan, menari mengikuti musik, bermain cipratan air, atau memasak. Ketika beberapa indera digunakan bersamaan, misalnya adonan beraroma atau melukis sambil mendengarkan musik, koneksi otak menjadi lebih kuat.

Manfaat sensory play

Saat anak melakukan sensory play, mereka mengembangkan banyak keterampilan penting. Berikut beberapa area yang terlatih:

  • Kemampuan motorik halus: Bahan bertekstur dan kegiatan sentuhan membantu memperkuat otot tangan sehingga anak lebih terampil dan percaya diri saat melakukan tugas kecil.

  • Kemampuan kognitif: Input dari beberapa indera membuat otak mengaitkan informasi secara bermakna, sehingga stimulasi visual bersama sentuhan mendukung pembelajaran dan daya ingat yang lebih mendalam.

  • Kemampuan bahasa: Pengalaman sensorik memperluas lingkungan belajar anak dan menyediakan kesempatan untuk mengembangkan kosakata dan percakapan yang kaya.

  • Kemampuan seni dan kreativitas: Anak sering terinspirasi oleh rangsangan sensorik di sekitarnya; pengalaman multisensorik mendorong cara berpikir kreatif dan ekspresi artistik.

  • Kemampuan motorik kasar: Gerakan tubuh besar seperti menari, berlari, memanjat, atau berputar membantu perkembangan sistem vestibular dan proprioseptif, sekaligus mengajarkan keterampilan pengaturan diri.

Contoh aktivitas sensory di rumah

Anda tidak perlu persiapan rumit untuk menambahkan sensory play ke rutinitas anak. Beberapa ide sederhana di rumah antara lain:

  • Bermain air: Air menenangkan dan menawarkan pengalaman sensorik yang menyenangkan. Beri waktu mandi yang panjang untuk bermain, putar musik klasik atau beri krayon mandi untuk menambah unsur multisensorik. Redupkan lampu, tambahkan glow stick atau meniup gelembung untuk variasi. Saat membersihkan, gunakan tekanan berbeda saat menggosok untuk memberikan input proprioseptif, dan lakukan juga saat mengeringkan atau mengoleskan lotion.

  • Memasak: Aktivitas memasak melibatkan semua indera. Kegiatan sederhana seperti mengupas pisang sambil membahas apa yang terlihat, berbau, terasa, terdengar, dan rasanya, sudah sangat bermanfaat. Bandingkan pisang yang masih kulit dan yang sudah dikupas, rasakan perbedaan tekstur dan aroma.

  • Adonan bentuk: Anak tenggelam dalam kegiatan mengulen, menusuk, menggulung, dan memukul saat bermain playdough. Jika membuat adonan sendiri, Anda bisa menambahkan minyak beraroma untuk pengalaman multisensorik tambahan.

  • Wadah sensorik: Isi wadah besar dengan bahan seperti oat mentah, beras, atau sereal, lalu sediakan gelas ukur sehingga anak bisa berlatih menyendok dan menuang. Anda juga bisa menggunakan air, dengan handuk di dekatnya untuk mengatasi tumpahan.

  • Nampan garam: Campur garam meja ke dalam kantong freezer bersama beberapa tetes pewarna makanan, aduk lalu ratakan di loyang untuk dikeringkan. Setelah kering, pindahkan garam ke nampan dangkal agar anak dapat berlatih menulis dan menggambar di 'pasir' garam tersebut.

Jika anak kesulitan dengan sensory play

Beberapa anak mungkin menolak permainan sensorik atau bereaksi berbeda terhadap rangsangan. Anak yang mengalami autisme atau gangguan pengolahan sensorik mungkin tidak suka kotor, terganggu oleh suara keras, atau tidak nyaman dengan jenis pakaian tertentu. Sebaliknya, mereka juga bisa mencari cahaya terang, terus bergerak, atau menyentuh banyak benda. Jika Anda memperhatikan reaksi berlebihan atau kurang terhadap rangsangan, bicarakan dengan dokter anak Anda. Dokter mungkin menyarankan terapi okupasi untuk memahami kebutuhan sensorik anak, termasuk menyusun 'sensory diet' yang membantu mereka belajar mengatur diri.

Artikel lainnya

Bantu Anak Tumbuh Optimal, Tanpa Cemas

Pantau tumbuh kembang, dapatkan stimulasi yang tepat, dan akses ribuan aktivitas belajar untuk anak.

Gratis, siap dipakai dalam hitungan menit.